Candi Gunung Gangsir

Sabtu, 27 Juni 2009 14:41:27 - oleh : admin

Candi Gunung Gangsir

Sejarawan Kota Pasuruan Untung Sutjahjo kembali menelurkan temuan terbarunya. Dia menyatakan, hasil penelusuran sejarahnya tersebut erat dengan hari jadi Kabupaten Pasuruan. "Jelasnya, usia Kabupaten lebih tua dibanding kota," ungkapnya.

Dia kemudian menunjukkan tiga lembar hasil resume penelitian sejarah terbarunya itu. Untung menarik judul terbentuknya kali Porong, dan nama asli Candi Gunung Gangsir, dan Candi Pari.

"Saya melakukan penelitian ini cukup lama. Sengaja sangat serius sejak memulainya karena saya benar-benar ingin membedah sejarah lahirnya Kabupaten Pasuruan yang saat ini masih membingungkan," jelasnya.

Sejarah awalnya Kabupaten Pasuruan, menurut penelitian yang dilakukannya berasal dari terbelahnya kerajaan Erlangga menjadi dua bagian. Kisah itu terungkap jelas dalam buku Negara Kertagama Pupuh LXVIII.

Dua daerah dari belakan itu adalah kerajaan Jenggala, rajanya Jenggalanatha dan kerajaan Panjalu dengan rajanya Panjalunatha. Pembelahan tersebut dilakukan oleh prabu Erlangga karena cintanya kepada putranya yang saling bermusuhan.

Untung kemudian mengisahkan, dalam Serat Calon Arang (ditulis tahun 1540) menguraikan bahwa raja Erlangga terpaksa membelah kerajaan di Jawa untuk kedua putranya agar tidak saling bermusuhan.

Hal tersebut dilakukan dengan persetujuan sang pramu Mpu Bharada, agar putra mahkota wilayah Panjalu tetap berada di wilayah Panjalu dan akan dinobatkan menjadi raja di wilayah Panjalu. Begitu pula untuk puteranya yang berada di wilayah Jenggala juga tetap berada di Jenggala. Barang siapa yang melanggar akan dikutuk oleh sang pendeta. Kedua-duanya tunduk akan berjanji akan mematuhi nasihat sang pendeta.

Kemudian barulah sang pendeta melakukan pembelahan dengan mengucurkan air dari "kendi" membelah menjadi 2 wilayah kerajaan Jenggala (Wilayah Porong/ Sidoarjo) dan kerajaan Panjalu (Wilayah Gempol/ Pasuruan). Bekas kucuran dari kendi terbentuklah Sungai Porong hingga kini.

"Terlepas dari benar tidaknya keberadaan kerajaan Erlangga dan peristiwa pengucuran 'kendi', sungai Porong, sekarang ini memang ada dua candi yang berseberangan secara nyata dan keberadaannya. Satu Candi Pari di daerah Porong, dan satunya lagi Candi Gunung Gangsir di Pasuruan," jelasnya kemudian.

Dari berbagai penelitian pustaka terkait, juga berdasarkan pengamatan lapang secara cermat sesuai kaidah dan bukti kedua candi tersebut, Untung akhirnya berani mengambil kesimpulan.

Menurutnya sejarah paling pas untuk lahirnya Kabupaten Pasuruan adalah awal terbentuknya Candi Gunung Gangsir yang diyakininya sebagai makam Prajnyaparamitawisesa. Seorang putri yang menurunkan putra, dan cucu Narendra utama yang menjadi cikal bakal munculnya kehidupan bermasyarakat di wilayah Kabupaten Pasuruan untuk pertama kalinya.

Untung bertekad mempertahankan temuan sejarahnya itu dengan bukti referensi yang kuat, untuk bisa meyakinkan bahwa benar adanya kelahiran Kabupaten Pasuruan berasal dari sejarah Candi Gunung Gangsir.

"Saya tidak mau main-main dalam hal ini. Salah satu buktinya, sekarang ini hasil temuan sejarah itu sudah akan diuji kebenaran historisnya dalam proses pengujian pada balai pengkajian sejarah Jogjakarta," jelasnya.

Bila benar, dia berharap temuannya itu bisa ditindaklanjuti sehingga Pemkab Pasuruan tidak lagi kebingungan mencari jati diri daerahnya sendiri.(jawapos)

| More

Berita "Seputar Pasuruan" Lainnya

Pasuruan Kota

Kamis, 21 November 2013 11:09:58

UMK 2014 Ditetapkan, Buruh Tak Puas & Ancam Demo Lagi

Pasuruan - Gubernur Jawa Timur Soekarwo akhirnya menetapkan upah mini...

Rabu, 12 Juni 2013 17:47:13

Raih Adipura Keempat, Kota Pasuruan Pawai Keliling

Pasuruan - Raih piala Adipura empat kali berturut-turut, Pemkot Pasuru...

Rabu, 24 April 2013 07:39:17

Peringati Hari Kartini, Keliling Kota Pasuruan

PASURUAN - Peringatan Hari Kartini yang jatuh setiap 21 april, dimakna...

Kamis, 4 April 2013 12:39:06

Polres Pasuruan Kota Bentuk Tim Patroli Sambang

Pasuruan - Polres Pasuruan Kota melaunching Tim Patroli Sambang, Rabu ...