headerphoto
** INFO GRESS -- " Welcome to Portal Pasuruan Online - INFO : Anda memiliki foto - foto seputar Kota atau Kabupaten Pasuruan dan sekitarnya, ( yang tempoe doeloe atau sekarang ), silahkan kirimkan ke redaksi kami di email: admin@pasuruan.info, mari bersama kita memajukan serta berbagi informasi bersama di dunia maya.**

Lima Pengacara akan Dampingi Jupri

Rabu, 10 Maret 2010 11:40:30 - oleh : admin

Space Iklan

Konflik antara pelukis asal Pasuruan Jupri Abdullah dengan Direktur Museum Rekor Indonesia (MURI) Aylawati Sarwono, terus berlanjut. Bahkan, lima pengacara dikabarkan siap mendampingi pelukis asal Kejapanan, Kecamatan Gempol itu untuk melakukan upaya hukum.

"Ada lima kawan pengacara yang sudah siap mem-backup kasus saya ini," kata Jupri saat ditemui di rumahnya, kemarin (9/3). Menurutnya, kesediaan lima lawyer itu lebih dilatarbelakangi oleh sikap Aylawati yang dinilai sewenang-wenang dan tidak merasa bersalah atas langkahnya yang mencantumkan lukisannya di bukunya.

Sekedar mengingatkan, konflik antara Jupri dengan direktur MURI bermula dari penyusunan buku yang memuat karya para rekoris Indonesia. Jupri menilai, setidaknya ada dua kesalahan yang berkaitan dengan buku tersebut. Salah satunya adalah terjadinya kebohongan publik.

Pasalnya, salah satu karyanya yang dimuat dalam buku itu belum pernah meraih rekor MURI. Yakni, lukisan kaligrafi terkecil dengan ukuran 4x4 sentimeter. "Masuk rekor saja belum pernah. Bagaimana mungkin kemudian masuk dalam buku ini," kata Jupri, kemarin.

Selain itu, Ayla yang juga putri kandung Jaya Suprana itu dinilai menyerobot karya lukisnya. Menurut Jupri, sekalipun hak cipta tetap ada pada dirinya, namun pemuatan gambar lukisan terkecilnya tanpa sepengetahuan dirinya merupakan tindakan yang tidak etis.

Karena itu, bersama lima pengacara yang mendampinginya, Jupri akan segera melayangkan somasi kepada penyusun buku tersebut. "Kami minta dia (Aylawati) meminta maaf," terangnya.

Sementara Jansen, salah satu pengacara Jupri membenarkan rencana itu. Menurutnya, surat protes itu akan ia layangkan dalam minggu ini. "Paling lambat, sebelum pameran nanti sudah kami kirim," terangnya.

Dirinya menjelaskan, somasi yang ia lakukan itu sebagai bentuk keseriusannya atas permasalahan ini. Pasalnya, langkah Aylawati yang menjadikan karya Jupri sebagai cover buku yang memuat para rekoris MURI itu merupakan bentuk pembodohan masyarakat.

"Harusnya, yang masuk di buku itu memang karya yang sudah pernah mendapat rekor. Lha, ini belum dapat rekor kok sudah dimasukkan. Berarti kan dia (Aylawati) memasukkan data yang salah," terangnya di sela kesibukannya, kemarin.

Selain itu, langkah penyusun buku yang tidak melakukan konfirmasi kepada sang pelukis (Jupri) juga dinilai sebagai hal keliru. "Seharusnya kan dia bisa konfirmasi lebih dulu kepada yang bersangkutan sebelum disusun. Tapi kan ini tidak dilakukan sama sekali," imbuhnya. (jawapos.com)

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Seputar Pasuruan" Lainnya

  Close Ads
Mudik Senyum Indosat 2010