Lolos 50 Besar Guru Ideal

Kamis, 5 Februari 2009 09:29:03 - oleh : admin

Lolos 50 Besar Guru Ideal

teacherDunia pendidikan Kota Pasuruan sedang bersuka cita. Tiga orang gurunya, masing-masing dari level SD, SMP dan SLTA berhasil lolos ke posisi 50 besar pencipta karya inovatif pemilihan guru ideal tahun 2009 yang digelar Jawa Pos.

Ketiga guru tersebut adalah, Zahra dari SDN Bugul Lor, Sri Asih dari SMPN 9 Pasuruan, dan Imron Rosyidi dari SMKN 2 Pasuruan. Karya inovatif pembelajaran yang mereka tuangkan dalam bentuk tulisan itu sukses menjadi 50 karya terbaik.

"Kami sama sekali tidak menyangka bakal menembus posisi 50 besar. Sebab, kami yakin peserta yang ikut ajang seleksi guru ideal yang sangat kompetitif ini pasti tidak sedikit," kata Imron Rosyidi kepada Radar Bromo saat diundang dinas pendidikan, kemarin.

Ketiga guru ini sebenarnya sudah tidak asing lagi dalam beragam kegiatan lomba untuk para pendidik. Bahkan ketiga-tiganya pernah mencatatkan diri sebagai guru berprestasi tingkat nasional.

Zahra misalnya. Dikenal sebagai guru dan penulis. Banyak karya tulisnya yang sudah meraih prestasi. Mulai tingkat regional sampai nasional. Bahkan sudah banyak yang diterbitkan, hingga menjadi salah satu referensi pembelajaran pendidikan selevel SD.

Nama Zahra juga sempat tercatat sebagai guru teladan dan berprestasi tingkat nasional. Puluhan tropi dan penghargaan sudah diraihnya. Meski begitu, ketika namanya tercatat sebagai 50 karya inovatif terbaik di Jawa Pos, dia tetap mengaku surprise.

Sosok Imron Rosyidi pun demikian. Selain berulang kali sukses membuat tulisan yang tercatat sebagai terbaik di tingkat Jatim maupun nasional, guru SMKN 2 Pasuruan ini juga pernah diberangkatkan secara khusus ke Amerika Serikat.

Dua tahun lalu, Imron menjadi salah satu delegasi guru yang terpilih oleh Centre of Civic Education (CCE) untuk mengikuti pertukaran tokoh masyarakat ke USA. Di Negara Paman Sam itu Imron sempat menjelajah tujuh negara bagian. Bersama para delegasi lainnya, dia banyak belajar tentang proses pendidikan, budaya, dan hidup bermasyarakat ala Amerika Serikat.

Tidak berbeda dengan Sri Asih. Guru Bahasa Indonesia SMPN 9 Pasuruan ini selalu berhasil mencatatkan karya tulisnya sebagai yang terbaik dalam berbagai lomba yang diikutinya.

Karya tulisnya tentang koperasi, pernah mendapar gelar juara tingkat nasional. Ketika itu, Sri Asih mengikutkan tulisannya dalam lomba penulisan perkoperasian yang digeber oleh Departemen Koperasi pusat.

Para guru asal kota ini, mengaku mendaftarkan karyanya secara individu. "Ketika itu, kami memang diberi motivasi oleh dinas P dan K untuk mendaftarkan diri. Semua guru diberi semangat yang sama," aku Sri Asih yang diiyakan oleh A. Fakih, Kabag Kepegawaian Dinas Pendidikan Kota.

Dalam lomba tersebut, Zahra mengangkat karya inovatif tentang pembelajaran kewirausahaan di kalangan anak-anak didiknya yang masih usia SD. Dia memberi kesempatan murid-muridnya belajar berdagang dengan menggelar bazar kecil-kecilan.

"Anak-anak bikin makanan sendiri, membuat ketrampilan sendiri, kemudian dijual. Dagangan mereka ludes, karena habis terjual. Uang yang mereka peroleh dihitung bersama untuk membedakan modal dan untung," jelas Zahra menerangkan karya tulisnya. Dengan belajar berwirausaha, dia berharap anak didiknya punya bekal life skill education yang bisa dimanfaatkan saat lulus nanti.

Sementara Sri Asih memilih teknis menulis kreatif puisi dengan aplikasi sumber pembelajaran alam dan strategi menulis puisi formulasi. "Saya lebih banyak mengajak anak-anak belajar buat puisi di alam sekitarnya," terang Sri Asih.

Dia menginstruksikan, apa yang dilihat, didengar dan dirasakan murid-muridnya di lingkungan luar sekolah dituangkan dalam bentuk puisi. Dengan model belajar lewat alam, dia berharap minat menulis siswa lebih meningkat.

"Sebab, siapapun pasti tahu, banyak siswa yang mengaku kesulitan untuk menciptakan puisi," ujar guru SMPN 9 ini menceritakan sebagian isi karya tulisnya,

Imron pun tidak mau kalah. Dia kembali mengandalkan tulisannya tentang model e-learning. "Saya kembali mengangkat penciptaan software speed reading yang modulnya sedikit saya sempurnakan," ujarnya.

Sementara itu, Kadis Pendidikan Bashori Alwi mengutarakan, para guru tersebut harus menjalankan tahapan seleksi berikutnya dengan usaha maksimal. "Informasi tentang bagaimana proses penilaian di tahapan selanjutnya, harus sudah diperoleh. Sehingga sebelum mengikuti seleksi berikutnya, persiapan secara all out sudah dilakukan," tegasnya.

Bahkan, orang nomor satu di dinas pendidikan ini siap memberikan reward (penghargaan) khusus bila ada prestasi yang membanggakan berhasil diraih para guru di Kota Pasuruan.(jawapos)

| More

Berita "Pendidikan" Lainnya

Pasuruan Kota

Kamis, 21 November 2013 11:09:58

UMK 2014 Ditetapkan, Buruh Tak Puas & Ancam Demo Lagi

Pasuruan - Gubernur Jawa Timur Soekarwo akhirnya menetapkan upah mini...

Rabu, 12 Juni 2013 17:47:13

Raih Adipura Keempat, Kota Pasuruan Pawai Keliling

Pasuruan - Raih piala Adipura empat kali berturut-turut, Pemkot Pasuru...

Rabu, 24 April 2013 07:39:17

Peringati Hari Kartini, Keliling Kota Pasuruan

PASURUAN - Peringatan Hari Kartini yang jatuh setiap 21 april, dimakna...

Kamis, 4 April 2013 12:39:06

Polres Pasuruan Kota Bentuk Tim Patroli Sambang

Pasuruan - Polres Pasuruan Kota melaunching Tim Patroli Sambang, Rabu ...