2,8 Milliar Untuk Berantas Buta Aksara di Kab. Pasuruan Hingga 15%

Sabtu, 26 Mei 2012 00:14:09 - oleh : admin

2,8 Milliar Untuk Berantas Buta Aksara  di Kab. Pasuruan Hingga 15%

Untuk mengurangi banyaknya warga yang masih buta aksara, Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan menggelontorkan anggaran hingga mencapai 2,8 Milliar, yang diambil dari APBD 2012. Jumlah sebanyak itu diperuntukkan untuk dua kegiatan, yakni 2,4 Milliar untuk kegiatan belajar mengajar (KBM), sementara sisanya sebanyak Rp 400 juta akan dipergunakan untuk penataran Tutor.

Dua kegiatan di atas akan dimulai pada juli mendatang, dan akan berakhir pada 31 Desember 2012. Program pengentasan buta aksara yang diambil dari dana APBD tahun ini, akan diberikan kepada 1000 kelompok yang ada di 24 kecamatan di Kabupaten Pasuruan, dengan prioritas kecamatan yang jumlah warga belajarnya tergolong tinggi seperti Kecamatan Lekok, Nguling, Pasrepan, Lumbang, beji dan Kraton.

Menurut Tasripin, Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah, setiap 1 kelompok akan diberikan 1 orang tutor, di mana tutor tersebut diambil dari para guru, maupun siapa saja yang telah memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan. Sedangkan 1 orang tutor akan mengajar sebanyak 10 warga belajar (WB).

"Yang paling penting, tutornya minimal merupakan lulusan SMA, dan diprioritaskan meruapakan warga sekitar," ujar Tasripin, saat ditemui di kantornya siang tadi (Kamis, 24 Mei 2012).

Di Kabupaten Pasuruan sendiri, terdapat 118.734 warga yang masih buta aksara. Jumlah tersebut sesuai dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) pusat tahun 2010, dengan rincian usia 15-menjelang meninggal. Akan tetapi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pusat menurut Tasripin, telah membatasi usia warga belajar, antara 15-59 tahun.

"Kalau dihitung berdasarkan batasan usia, total ada 84.434 warga belajar yang masih bisa diajar,"pungkasnya. Apabila diprosentasekan, maka untuk tahun ini, Dinas Pendidikan baru bisa mengentaskan jumlah warga yang buta aksara sampai 15 % saja. Hal tersebut ditegaskan Tasripin sebagai hal yang lumrah, mengingat hampir di semua daerah di Indonesia, masih banyak warga yang tergolong belum melek aksara. "Mungkin butuh waktu 8-10 tahun lagi, Kabupaten Pasuruan bisa bebas dari buta aksara. Itupun dengan perjuangan yang luar biasa berat," tandasnya.
Perjuangan yang dimaksud terletak pada situasi selama 10 tahun mendatang, di mana untuk warga yang usianya di atas 50 tahun, besar kemungkinan akan kembali buta aksara. "Kalau pun warga belajar tidak melatih untuk terus menulis, membaca, ya jelas akan lupa. Itulah kendala yang harus kami hadapi dan kami carikan solusinya," kata pria yang kemana-mana selalu memakai songkok itu.

Oleh karenanya, Tasripin berharap kepada warga belajar, untuk tetap berlatih mengaplikasikan hasil belajar membaca dan menulis, yang sudah diajarkan masing-masing tutornya. "Jangan hanya belajar, tapi tidak dilatih. Itu yang kami khawatirkan. Kami mohon untuk semuanya terus dilatih, sehingga tidak hilang dan lupa," harap Tasripin. (EMIL) (pasuruankab.go.id)

| More

Berita "Pendidikan" Lainnya

Pasuruan Kota

Kamis, 21 November 2013 11:09:58

UMK 2014 Ditetapkan, Buruh Tak Puas & Ancam Demo Lagi

Pasuruan - Gubernur Jawa Timur Soekarwo akhirnya menetapkan upah mini...

Rabu, 12 Juni 2013 17:47:13

Raih Adipura Keempat, Kota Pasuruan Pawai Keliling

Pasuruan - Raih piala Adipura empat kali berturut-turut, Pemkot Pasuru...

Rabu, 24 April 2013 07:39:17

Peringati Hari Kartini, Keliling Kota Pasuruan

PASURUAN - Peringatan Hari Kartini yang jatuh setiap 21 april, dimakna...

Kamis, 4 April 2013 12:39:06

Polres Pasuruan Kota Bentuk Tim Patroli Sambang

Pasuruan - Polres Pasuruan Kota melaunching Tim Patroli Sambang, Rabu ...