Harmonisasi Industri dan Pemberdayaan Masyarakat: Pabrik Aqua di Pasuruan jadi Inspirasi

Minggu, 24 Juli 2011 08:21:54 - oleh : admin

Harmonisasi Industri dan Pemberdayaan Masyarakat: Pabrik Aqua di Pasuruan jadi Inspirasi

PERKEMBANGAN ekonomi daerah yang digerakkan oleh harmonisasi industri dan pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu topik hangat dalam diskusi Forum Wartawan Kementerian Perdagangan (FORWARD) di Bandung, 12-13 Februari 2011. Tema ini menjadi hangat karena hampir semua perusahaan punya dana CSR (atau Corporate Social Responsibility), namun tidak banyak yang tahu apa inti dari CSR.

Menurut Agus Pambagio (Pemerhati Kebijakan Publik),  ada perbedaan mendasar antara kegiatan CSR dan donasi. Kegiatan CSR dilakukan secara berkelanjutan hingga dapat membentuk masyarakat yang mandiri, sementara donasi biasanya hanya memberikan efek sementara.

“Industri harus mampu mendorong kegiatan CSR-nya menjadi kegiatan yang dapat mengembangkan masyarakatnya. Tapi tetap bahwa pengembangan masyarakat merupakan kewajiban dari pemerintah. Pihak swasta bersifat mendukung secara langsung ke masyarakat ketika pendanaan pemerintah terbatas untuk pemberdayaan masyarakat dan pengembangan UKM,” jelas Agus.

Untuk memperjelas bagaimana CSR dilakukan secara benar, dalam kegiatan itu dihadirkan wakil dari PT Tirta Investama yang memproduksi produk air minum dalam kemasan dengan merk Aqua. Pilihan itu tidak keliru karena sebagai salahsatu pelaku industri, PT Tirta Investama, produsen air minum dalam kemasan Aqua melakukan sejumlah pemberdayaan masyarakat dan dukungan pengembangan UKM sebagai bagian dari kegiatan CSR Danone Aqua.

Program CSR telah dilakukan Danone Aqua sebelum melakukan investasi di berbagai daerah melalui pembangunan pabriknya. Hal ini berbanding terbalik dengan kebiasaan investor yang baru mulai melakukan CSR ketika pabriknya sudah berdiri.

“Danone Aqua melakukan kegiatan CSR sejak tahap perencanaan investasi. Hal ini secara tidak langsung menunjukkan keseriusan itikad baik Danone Aqua terhadap masyarakat untuk turut serta mengembangkan ekonomi masyarakat dan  daerahnya. Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat tentang komitmen bisnis kami yang tidak semata melakukan usaha bisnis, tapi juga memiliki komitmen kuat terhadap pengembangan sosial lingkungan”, jelas Troy Pantouw (Direktur Komunikasi PT Tirta Investama).

Tujuan peningkatan ekonomi masyarakat menjadi target dari kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan UKM oleh Danone Aqua. Di wilayah Pasuruan tempat 2 lokasi pabrik Aqua berdiri menjadi salahsatu contoh dimana Tim CSR Danone Aqua bekerjasama dengan LSM membentuk kelompok-kelompok kerja. Salahsatunya kelompok kerja Jati Anom di Desa Karangjati yang mengelola sampah plastik menjadi sebuah kerajinan dan sampah organik menjadi kompos.

Ada juga kelompok kerja lainnya dari warga desa yang terdiri dari kaum pria yang melakukan budidaya jamur tiram dan keripik tempe serta jagung. Contoh lain juga dilaksanakan di Desa Dayurejo dimana CSR Danone Aqua membantu pemberdayaan masyarakat sekitar lewat pengolahan sabun sereh, arang, dan budidaya tanaman kopi. Di daerah Kebon Candi, Danone Aqua juga membantu pertanian organik, peternakan sapi perah dan kambing etawa masyarakat sekitar.

Di luar dukungan pemberdayaan masyarakat di lapangan, beberapa pelatihan kerja berupa motivasi kewirausahaan, teknis kewirausahaan, pemberian bantuan modal awal, alat-alat, bahan baku hingga pendampingan juga dilakukan Danone Aqua dan LSM. Bahkan Danone Aqua bekerjasama dengan UKM di Pasuruan mengembangkan Koperasi bernama “Akar Daun” untuk keberlanjutan dan kemandirian kelompok kerja yang ada. Hal ini memudahkan pengembalian modal kerja sehingga dapat bermanfaat untuk pengembangan usaha masyarakat yang lainnya. Danone Aqua juga secara aktif memberikan media promosi bagi produk UKM tersebut dengan mengikutsertakan mereka dalam sejumlah pameran dalam skala regional.

Apa yang diungkapkan Troy Pantouw tidaklah berlebihan. Salah satu yang paling merasakan dampak positif dari kegiatan CSR Aqua  adalah Yuli (Warga Jatinom). Sebelum ada kegiatan CSR Aqua, Yuli dan teman-temannya hanya ibu rumah tangga yang tergabung dalam PKK. Setelah Aqua masuk kemudian kami diajak untuk belajar membuat beberapa produk cemilan.

“Alhamdulillah sekarang kami dalam kelompok kerja Wanjati sudah dapat memproduksi keripik, jamu, hingga sabun cair. Untuk awal, penjualan kami masih sekitar Pandaan, tapi ibu-ibu di sini sekarang cukup senang karena ada kegiatan dan ada tambahan penghasilan dari produk-produk kami tersebut,” katanya.

Rasa gembira dan Syukur juga dikemukakan Ghofur (Warga Keboncandi). Sebelum ada kegiatan CSR Aqua, ia dan teman-temannya hanya bekerja bercocok tanam di sawah.

“Datangnya Aqua memberikan wawasan baru kepada kami tentang pengolahan plastik.  Saat ini kami telah mengelola sampah plastik bersama warga berupa PET dam BDPE di sela senggang ketika kami ke sawah. Hasilnya lumayan buat tambah-tambah. Hasil olahan sampah tersebut sudah sering kami kirim dan diterima pabrik plastik di Surabaya,” katanya dengan wajah penuh rasa syukur.

Dalam penyaluran CSR, Aqua jarang sekali memberikan bantuan dalam bentuk uang kepada masyarakat. Alasannya, pemberian uang tidak akan banyak memberikan manfaat yang lebih besar dari pada sebatas menghambur-hamburkan uang. “Sudah pernah mencoba memberikan bantuan modal uang, tetapi hasilnya apa?. Nyatanya ya mereka tidak pernah mengembalikannya” terang Arief Fathullah, Manager CSR Aqua.

Diungkapkan Arief, selain itu Aqua juga membuat program kampung sehat air bersih di wilayah sekitar pabrik di Keboncandi. Diantaranya, seperti menyediakan sumber air bersih bagi warga, dengan pipanisasi. “Tak hanya itu, penyuluhan hidup bersih pun juga telah kita lakukan agar masyarakat dapat hidup bersih dan sehat” pungkasnya.

Langkah Aqua memberdayakan perekonomian warga melalui program CRS tidak lepas dari
komitmen ganda yang mereka canangkan. Yakni, selain sukses di dalam berbisnis, Aqua juga mempunyai target harus sukses dalam bidang sosial kemasyarakatan.

Untuk sukses dalam hal yang terakhir inilah, Aqua kemudian dengan serius telah berupaya menunaikan tanggung jawab sosial perusahaannya atau Corporate Social Responsibility (CSR). Untuk menunaikan CSR tersebut, pihak Aqua  tak segan melakukan studi untuk memastikan kebutuhan masyarakat yang tinggal di sekitar kedua wilayah pabrik Aqua berdiri yakni di daerah Keboncandi dan Karangjati.

Manager CSR Aqua Arief Fathullah mengatakan, untuk tujuan peningkatan ekonomi masyarakat inilah, kemudian pihak Aqua membentuk kelompok-kelompok kerja salah satunya yakni kelompok wanita Jati Anom di Desa Karangjati. Kegiatan kelompok kerja ini, adalah mengelolah sampah plastik menjadi sebuah kerajinan, dan sampah organik menjadi kompos dan lain sebagainya.

Selain menaikmati berkah atas program CSR yang tepat, warga sekitar pabrik Aqua juga menikmati peningkatan kesejahteraan langsung lewat kegiatan ekonomi mereka yang berhubungan dengan pekerja pabrik. Di Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan dan Desa Keboncandi, Kecamatan Gondang Wetan, Kabupetan Pasuruan warga kebutuhan pegawai Aqua atas rumah kos-kosan, warung minuman dan makanan serta kebutuhan sehari-hari pekerja

Seperti yang diungkapkan oleh Rustini (47), salah seorang warga Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, yang memiliki rumah kos-kosan dengan 9 kamar. Dia mengaku, dengan keberadaan pabrik Aqua di desanya, otomatis usaha kos-kosannya tidak pernah sepi dari para buruh pabrik air mineral ini, yang menyewa kamar rumah kosnya. Sehingga dengan pendapatan dari usahanya tersebut, kebutuhan dapur rumah tangganya menjadi lebih ringan.

Untuk per bulannya, dari usaha rumah kos-kosan miliknya Rustini mampu mengantongi penghasilan sekitar Rp 900 ribu hingga Rp 1 juta. Meskipun rupiah yang diperolehnya tak terlalu banyak, tetapi dia tetap mensyukurinya.

“Kos-kosan milik saya ini ada, sejak pabrik Aqua mulai berdiri. Masing-masing kamar harganya tidak sama, yakni antara Rp 100 ribu hingga Rp 125 ribu” terang Rustini, pemilik rumah kos-kosan.

Selain Rustini, hal yang sama juga diungkapkan oleh salah seorang ibu rumah tangga lain bernama Nasib (54), warga Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan yang memiliki usaha sampingan berupa rumah kos-kosan. Dia mengaku, dengan membuka usaha tersebut, setiap bulannya dia dapat mengantongi penghasilan senilai Rp 600 ribu.  “Lumayan untuk menambal kekurangan kebutuhan dapur” terangnya.

Diungkapkan Nasib, dirinya pun bersyukur lantaran salah seorang putranya bernama Agung (27), juga menjadi salah satu buruh di pabrik Aqua. Sehingga, anaknya itu merasa tak kerepotan dan susah payah usai lulus SMA untuk mencari pekerjaan lain yang layak di luar daerah. “Ya sangat bersyukur dengan adanya pabrik Aqua disini, karena anak saya juga dipekerjakan. Jadi tidak lagi susah mencari pekerjaan” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Karangjati H M Shobirin mengatakan, diakuinya memang keberadaan pabrik Aqua secara otomatis telah meningkatkan sisi ekonomi warga. Karena selain banyak warga yang telah diperkerjakan atau menjadi buruh, keuntungan lain diantaranya dengan banyaknya warga yang bersaing untuk membuka usaha rumah kos-kosan. Bahkan, jumlah pemilik rumah kos-kosan menurutnya, sudah hampir ratusan.

“Memang dengan berdirinya pabrik Aqua di desa ini, otomatis ekonomi warga terdongkrak. Meningkat, dari pada sebelum adanya pabrik air mineral tersebut. Sebab bisa dihitung, sekarang sudah berapa para ibu rumah tangga disini yang memiliki rumah kos-kosan. Begitu pula dengan warga yang bekerja di pabrik tersebut” tandas H M Sobirin, Sekretaris Desa Karangjati.

Selain berdampak positif pada perubahan ekonomi bagi para warga yang memiliki usaha kos-kosan, warga lain yang memiliki usaha warung makanan dan minuman yang berada di sekitar lingkungan berdirinya pabrik Aqua juga merasakan hal yang sama. Bahkan penghasilan dari jualan makanan dan minuman itu, cukup menggiurkan. Karena, setiap harinya mereka hampir dapat memperoleh omzet antara Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu.

Ini salah satunya diungkapkan oleh Rikah (43), pemilik warung yang menjual makanan dan minuman yang berjualan tepat persis di depan pabrik Aqua di Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan. Bahkan, dengan membuka warung ini, menurut ibu lima anak yang hijrah dari desanya yakni Desa Karang Anom, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang sejak 27 tahun lalu ke Pasuruan itu, dia dapat membiayai sekolah anak-anaknya hingga lulus SMA.

“Ya Alhamdulillah, dengan berjualan makanan dan minuman di depan pabrik ini setiap harinya omzet saya antara Rp 200 ribu. Dan kalau lagi rame, juga bisa mendapatkan omzet Rp 250 ribu hingga RP 300 ribu. Kebanyakan memang sopir-sopir truk pengangkut Aqua dan buruh pabrik disini yang makan. Para satpam pun juga hampir setiap hari makan di warung saya. Dengan berjualan seperti ini, anak-anak saya bisa lulus hingga SMA,” tutur Rikah, penjual makanan dan minuman depan pabrik Aqua.

Tak hanya itu, Rikah juga mengaku dengan membuka warung makanan dan minuman di depan pabrik Aqua, dia pun dapat membuat rumah sendiri meskipun tak megah. “Ya syukur lah, saya bisa punya rumah sendiri dengan mengumpulkan hasil dari berjualan makanan dan minuman di warung itu. Karena, Muasin (51), suami saya pekerjaannya hanya seorang pemungut sampah” paparnya.

Ungkapan yang sama pun dikatakan pula oleh Mukhtar (70), salah satu pemilik toko sembako yang mengaku berjualan di depan pabrik Aqua Pandaan, sejak puluhan tahun sebelum pabrik Aqua di Pandaan dibangun. Menurutnya, sejak berdirinya pabrik Aqua, di Desa Karangjati, tempat tinggalnya bertambah ramai seiring dengan berdatangannya para buruh yang memilih tinggal di rumah kos-kosan.

Kondisi seperti ini pun, otomatis mendongkrak omzet penjualan toko miliknya, karena banyaknya para buruh pabrik itu yang mampir membeli sembako untuk kebutuhan dapur mereka. Baginya, keberadaan pabrik Aqua di wilayahnya cukup mendatangkan berkah tersendiri bagi kehidupan keluarga, terutama terhadap peningkatan pendapatan ekonomi dalam setiap bulannya.

“Saya sejak 30 tahun yang lalu sudah membuka toko sembako ini, sebelum pabrik Aqua. Ya semenjak pabrik tersebut berdiri, memang ada perubahan yang signifikan terhadap toko milik saya. Karena, buruh-buruh pabrik kan pada mampir ke sini, untuk membeli sembako. Dengan hasil toko ini, saya bisa membiayai sekolah anak-anak hingga ke jenjang kuliah, selain dari hasil menjadi makelar” kata Mukhtar, pemilik toko sembako di depan pabrik Aqua Pandaan.

Apa yang dialami oleh warga desa yang tinggal di sekitar pabrik Aqua di Pandaan, juga sama dirasakan warga di sekitar berdirinya pabrik Aqua di Desa Keboncandi, Kecamatan Gondang Wetan. Intinya, dampak peningkatan secara ekonomi dan kesejahteraan hidup cukup mereka rasakan juga. Salah satunya seperti yang diterangkan oleh Sholeh (35), pemilik warung makanan dan minuman yang berada tepat di depan pabrik Aqua tersebut.

Menurut lelaki satu orang anak ini, dengan membuka warung makanan dan minuman di depan pabrik Aqua, dia pun mengaku tak susah payah berjualan di tempat lain. Karena, dalam sehari saja warung Sholeh mampu meraup omzet hingga Rp 200 ribu. Sebab setiap harinya, warung miliknya tak pernah sepi dengan para pembeli yang tak lain adalah para buruh pabrik Aqua dan sopir-sopir truk yang mengangkut Aqua ke pabrik tersebut.

“Buruh pabrik dan sopir truk Aqua banyak yang kesini untuk makan. Bahkan, kadang saya suruh ambil sendiri mereka kalau yang beli lagi ramai. Ya syukurlah, karena keberadaan pabrik ini mampu memberikan dampak yang positif bagi kehidupan ekonomi saya. Untuk setiap harinya, omzet warung makanan dan minuman saya ini sekitar Rp 200 ribu. Cukup lumayan lah untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga” tutur Soleh.

Tak ayal, bagi warga sekitar pabrik, Aqua bukan hanya sekadar sebuah merek air minum dalam kemasan (AMDK) dengan penjualan terbesar di Indonesia. Bukan juga sekadar  salah satu merek AMDK yang paling terkenal di Indonesia, sehingga telah menjadi seperti merek generik untuk AMDK.

Bagi warga sekitar pabrik, Aqua juga berarti entitas bisnis yang memperhatikan kesejahteraan mereka. Pandangan itu tidaklah berlebuhan karena dengan berdirinya pabrik Aqua, secara otomatis membuat ekonomi warga yang tinggal di sekitarnya kian sejahtera.[bec] (beritajatim.com)

| More

Berita "Bisnis dan Ekonomi" Lainnya

Pasuruan Kota

Kamis, 21 November 2013 11:09:58

UMK 2014 Ditetapkan, Buruh Tak Puas & Ancam Demo Lagi

Pasuruan - Gubernur Jawa Timur Soekarwo akhirnya menetapkan upah mini...

Rabu, 12 Juni 2013 17:47:13

Raih Adipura Keempat, Kota Pasuruan Pawai Keliling

Pasuruan - Raih piala Adipura empat kali berturut-turut, Pemkot Pasuru...

Rabu, 24 April 2013 07:39:17

Peringati Hari Kartini, Keliling Kota Pasuruan

PASURUAN - Peringatan Hari Kartini yang jatuh setiap 21 april, dimakna...

Kamis, 4 April 2013 12:39:06

Polres Pasuruan Kota Bentuk Tim Patroli Sambang

Pasuruan - Polres Pasuruan Kota melaunching Tim Patroli Sambang, Rabu ...