Biarkan Siswa Kerjakan Unas Sendiri

Jum`at, 17 April 2009 16:59:19 - oleh : admin

Biarkan Siswa Kerjakan Unas Sendiri

Ada statemen keras yang disampaikan Firdaus, Direktur Pendidikan Madrasah Departemen Agama RI. Dia tegaskan, guru berkewajiban membimbing, mendidik dan mengajar para siswanya. Namun saat Unas berlangsung, 27 April mendatang, guru harus membiarkan siswa bekerja sendiri.

"Semua guru punya keinginan sama agar anak didiknya lulus 100 persen. Tujuan kita adalah membekali mereka bisa berjuang dan berusaha dalam Unas. Jadi biarkan anak-anak bangga, karena mengetahui kualitasnya sendiri," ujar Firdaus dalam sambutannya di MTsN Bangil, kemarin (16/4).

Dia memang perlu menyampaikan hal itu di depan ratusan udangan yang hadir pada penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding). Upaya itu diharapkan bisa menciptakan siswa yang benar-benar unggul. "Para guru tidak perlu pakai SMS atau melakukan intervensi yang bisa mempengaruhi para siswa dalam Unas mendatang," imbuhnya.

Kehadiran Firdaus ke MTsN Bangil kemarin untuk menjadi saksi mewakili Depag RI Jakarta dalam penandatangan kerjasama, antara MTsN Bangil dengan MAN Bina Cendikia Serpong, Tangerang. Kerjasama lebih diarahkan pada inovasi manajerial di sekolah bersangkutan.

Hadir Wabup Eddy Paripurna, Kapolres Pasuruan AKBP Achmad Yani. Juga kepala MAN Bina Cendikia, Ahmad Hidayatullah, Kabid Mapenda Kanwil Depag Jatim, Haryanto dan Kasi Mapenda Depag Kabupaten, Syakroni. Serta Kepala MTsN Malang, Binta Maksudah.

"Lewat kerjasama ini, ke depan kami ingin mutu MTsN Bangil benar-benar menjadi madrasah inovatif," tegas Ma`ruf Ihsan, kepala MTsN Bangil didampingi ketua panitia acara, Hasan Basri.

Usai penandatanganan, perwakilan Depag RI kemudian melihat dari dekat profil MTsN. Mulai dari perpustakaan, ruangan proses belajar, sampai hasil karya anak didik. Termasuk multimedia, ekstrakurikuler sampai prestasi berupa puluhan piala yang telah diraih siswa MTsN Bangil.

Firdaus menambahkan, semangat para guru saat ini sedang menggebu-gebu agar Unas para siswanya bisa lulus 100 persen. Sebab, sampai saat ini Unas masih dijadikan satu-satunya alat kelulusan di sekolah. Baik tingkat menengah pertama (SMP/MTs) maupun SMA/MA/SMK.

Karena terbebani target kelulusan, seringkali terdengar ada usaha di luar upaya siswa bisa memuluskan target tersebut. "Jangan terlalu mengejar target 100 persen lulus, tapi mutu kelulusan tidak membanggakan. Saya harap, MTsN Bangil jangan melakukan hal tersebut," terangnya.

"Anak-anak boleh didukung sebelum ujian. Tapi saat mereka berada di ruang ujian, biarkan mereka bekerja sendiri," imbuhnya. Ahmad Hidayatullah, kepala MAN Serpong menyatakan Unas di kalangan siswanya bukan menjadi persoalan menakutkan.

Sebab pola didikannya sudah dimulai ketika rekrutmen siswa, proses sampai pada bagaimana siswa mengerjakan Unas secara mandiri. "Terus terang, kami kurang percaya dengan hasil para siswa ketika dapat hasil NEM Unas. Makanya di kalangan Bina Cendikia, kita melakukan tes sendiri yang benar-benar melihat mutu anak," tegas Mamad, panggilan Ahmad Hidayatullah.

| More

Berita "Pendidikan" Lainnya

Pasuruan Kota

Kamis, 21 November 2013 11:09:58

UMK 2014 Ditetapkan, Buruh Tak Puas & Ancam Demo Lagi

Pasuruan - Gubernur Jawa Timur Soekarwo akhirnya menetapkan upah mini...

Rabu, 12 Juni 2013 17:47:13

Raih Adipura Keempat, Kota Pasuruan Pawai Keliling

Pasuruan - Raih piala Adipura empat kali berturut-turut, Pemkot Pasuru...

Rabu, 24 April 2013 07:39:17

Peringati Hari Kartini, Keliling Kota Pasuruan

PASURUAN - Peringatan Hari Kartini yang jatuh setiap 21 april, dimakna...

Kamis, 4 April 2013 12:39:06

Polres Pasuruan Kota Bentuk Tim Patroli Sambang

Pasuruan - Polres Pasuruan Kota melaunching Tim Patroli Sambang, Rabu ...