Unas, Jangan Ada ''Kekuatan Gaib''

Selasa, 31 Maret 2009 08:56:20 - oleh : admin

Unas, Jangan Ada ''Kekuatan Gaib''

Ujian Nasional (Unas) 2009 untuk SMP-SMA se-Kabupaten Pasuruan memang sudah berada di depan mata. Namun, keraguan akan hasil murni Unas garapan siswa masih menggejala. Keraguan itu kali ini disuarakan Chairil Muchlis, anggota Komite SMPN 1 Bangil.

Menurut Muchlis, kondisi riil dari persiapan Unas masih belum begitu tampak. Ini bisa dilihat dari hasil try out di sekolah-sekolah se-Kabupaten Pasuruan yang hasilnya ternyata jeblok. Bahkan tidak sedikit sekolah yang hanya mampu meluluskan tidak lebih sepuluh siswa dari sekian ratus siswa yang ada.

"Yang aneh, hampir setiap tahun hasil tryout yang jeblok, tapi pada saat Unas kok mendadak anak-anak menjadi jenius. Lulus hampir 99 persen. Ini ajaib," ujar Muchlis dengan nada keheranan, kemarin (30/3).

Dia menyatakan, kalau pihak-pihak tertentu memang enggan disebut menggunakan jurus ''dewa mabuk''. Maka menurutnya, ada ''kekuatan gaib'' yang bisa menyulap hasil try out jadi tidak berlaku lagi pada saat Unas.

"Berpijak hasil tryout yang dilakukan secara fair, tapi hasilnya sedemikian itu, kan seharusnya ada evaluasi vital untuk persiapan Unas. Jangan sampai mereka lulus dengan kekuatan gaib itu," cetus Muchlis.

Kekuatan gaib yang dimaksudkan Muchlis nyaris sama dengan praktik jurus dewa mabuk. Ia mencontohkan, tahun lalu, para guru seperti tidak ada harganya di mata para siswa ketika Unas berlangsung. Pembelajaran yang dilakukan guru selama tiga tahun bagi siswanya agar lulus Unas secara mandiri, jadi terasa berat. Itu karena siswa terkesan mengandalkan peran 'sistemik' pranata pendidikan.

"Maksud saya, beri kepercayaan diri pada siswa agar mengembangkan kemampuannya. Saya pernah menjumpai guru yang mengawasi sekolah. Terus ada salah satu oknum yang menyebarkan jawaban ke ruang-ruang kelas. Jawaban itu plek mulai nomor satu sampai akhir. Ini kan tidak mendidik dan tidak menghargai guru yang mengajar," terang anggota komite ini.

Memang, lanjut Muchlis, tanggung jawab Unas adalah tanggung jawab bersama. Mulai orang tua, guru, siswa, kepala sekolah sampai Dinas Pendidikan. Semuanya punya tanggung jawab dan rasa was-was yang besar kalau ada siswanya tidak lulus Unas.

"Tapi, caranya paling tidak harus mendidik. Tidak semata-semata mengandalkan jasa yang tersistem itu. Mmang tidak semua sekolah jelek. Tapi saran saya secara umum, biar siswa juga punya tanggung jawab terhadap kemampuan dirinya sendiri," tandasnya. (jawapos)

| More

Berita "Pendidikan" Lainnya

Pasuruan Kota

Kamis, 21 November 2013 11:09:58

UMK 2014 Ditetapkan, Buruh Tak Puas & Ancam Demo Lagi

Pasuruan - Gubernur Jawa Timur Soekarwo akhirnya menetapkan upah mini...

Rabu, 12 Juni 2013 17:47:13

Raih Adipura Keempat, Kota Pasuruan Pawai Keliling

Pasuruan - Raih piala Adipura empat kali berturut-turut, Pemkot Pasuru...

Rabu, 24 April 2013 07:39:17

Peringati Hari Kartini, Keliling Kota Pasuruan

PASURUAN - Peringatan Hari Kartini yang jatuh setiap 21 april, dimakna...

Kamis, 4 April 2013 12:39:06

Polres Pasuruan Kota Bentuk Tim Patroli Sambang

Pasuruan - Polres Pasuruan Kota melaunching Tim Patroli Sambang, Rabu ...