Ki Suleman, Dalang Kondang asal Gempol Meninggal

Selasa, 20 Juli 2010 10:32:02 - oleh : admin

Ki Suleman, Dalang Kondang asal Gempol Meninggal

Tutup Usia di Hari Seharusnya Pentas di Tanggulangin

Pasuruan kehilangan seorang seniman. Ki Suleman, seorang dalang asal Gempol, tutup usia pada Sabtu (17/7) lalu. Lelaki 71 tahun yang terlahir dengan nama kecil Dermo Notoyatmo itu selama karir dalangnya telah meraih banyak penghargaan.

Sabtu (17/7) itu menjadi hari duka bagi keluarga Ki Suleman. Sekitar pukl 04.00 pagi, sang dalang menghembuskan napas terakhir di kediamannya. Yakni di Dusun Karangbangkal, Desa Karangrejo, Gempol.

Kematian itu dirasa sangat mengejutkan, karena datang begitu tiba-tiba, tanpa memberi tanda. Ki Suleman sebelumnya tak menunjukkan tanda-tanda sakit sama sekali. "Bapak dalam keadaaan sehat," kata Sugeng Priyanto, 40, putra sulung Ki Suleman saat ditemui di rumah duka.

Ki Suleman tak tanggung-tanggung mengabdikan dirinya untuk wayang. Dia mendirikan Sanggar Senggono sejak 1997. Di situ ia juga memimpin kelompok karawitan Mulyolaras dengan memiliki sekitar 30 orang anggota.

Pada Jumat (16/7) sore, Ki Suleman masih berlatih dengan kelompoknya. Ini terutama karena mereka sedang dapat job. Ki Suleman diminta mentas di Tanggulangin, Sidoarjo, pada Sabtu sore. "Jadwal mentasnya (Sabtu) sore ini," ujar Sugeng saat itu.

Tapi, acara mentas itu gagal total. Jelang subuh, Ki Suleman tutup usia. Saat itu, keponakan yang biasa menemaninya, yakni Bahruddin, 27, masuk ke kamar Ki Suleman. Bahruddin berniat minta izin hendak pulang ke rumahnya yang hanya berjarak beberapa meter. Tapi, saat Bahruddin membangunkan, sang dalang tak menjawab sama sekali.

Mulanya, Bahruddin hanya menganggap sang paman terlalu lelap tidur. Tapi, anggapannya keliru. Usahanya membangunkan Ki Suleman tak kunjung berhasil. Bahruddin pun panik. "Bahruddin kemudian pergi ke rumah saya yang berposisi cukup dekat, memberitahu keadaan bapak," ujar Sugeng.

Sugeng pun segera menuju rumah sang bapak. Dan benar saja, ia mendapati Ki Suleman sudah tidak lagi bernyawa. "Posisinya memang mirip orang tidur, dengan tangan bersilang di atas perut," kata Sugeng tentang posisi tidur bapaknya.

Kabar meninggalnya Ki Suleman menyebar dengan cepat. Saat prosesi pemakamannya dilaksanakan sekitar pukul 08.30 WIB hari itu, para murid dalang yang menekuni dunia wayang sejak kecil ini berdatangan dari berbagai daerah. Ki Suleman dimakamkan di makam umum di belakang ruamahnya. "Posisinya persis di sebelah makam embah," kata Sugeng.

Ki Suleman sudah mencintai dunia wayang sejak kecil. Rasa cinta pada wayang menular dari sang kakek, yakni Draham yang juga seorang dalang. "Jadi bakat wayang ini sudah turun-temurun," ujar Sugeng yang mengaku juga bisa mendalang.

Hanya, Sugeng pernah dilarang sang bapak untuk mengikuti jejaknya. "Biar adikmu saja yang menjadi dalang," kata Sugeng menirukan petuah bapaknya. Adik yang dimaksud Ki Suleman saat itu yaitu Dwi Priyanggono. "Jadi sekarang yang berbakat menjadi dalang ya adik saya," tambah Sugeng.

Selama 71 tahun masa hidupnya, dan selama menjalani karir sebagai seorang dalang, cukup banyak penghargaan diraih Ki Suleman. Capaian itu setidaknya terbukti dari deretan piagam penghargaan berserta piala yang terpampang di ruang tamu kediamannya. Aneka piagam penghargaan itu diletakkan pada setidaknya 11 figura.

Salah satu yang paling bergengsi yakni saat ia menjadi dalang terbaik nasional di tahun 1997. Presiden Soeharto saat itu meminta tema "Semar Bebar Jati Diri" sebagai tema yang dilombakan diantara peserta.

Di lomba itu, Ki Suleman mewakili Provinsi Jatim. "Dalam event itu, bapak menjadi nomor satu. Hingga saat pulang, bapak langsung membangun sanggar Senggono ini," kenang Sugeng.

Hari itu saat Ki Dalang tutup usia, deretan piagam penghargaan dan piala yang pernah diraih masih terpampang rapi di ruang tamu. Sementara para tamu terus berdatangan memberikan doa pada Ki Suleman yang telah pergi.

Ki Suleman telah pergi untuk selamanya. Ia meninggalkan seorang istri Darikatin, 65, serta dua orang putra, Sugeng Prayitno, 40, dan Dwi Priyanggono, serta empat cucu perempuan. (jawapos.com)

M. IQBAL, Gempol
---

| More

Berita "Seputar Pasuruan" Lainnya

Pasuruan Kota

Kamis, 21 November 2013 11:09:58

UMK 2014 Ditetapkan, Buruh Tak Puas & Ancam Demo Lagi

Pasuruan - Gubernur Jawa Timur Soekarwo akhirnya menetapkan upah mini...

Rabu, 12 Juni 2013 17:47:13

Raih Adipura Keempat, Kota Pasuruan Pawai Keliling

Pasuruan - Raih piala Adipura empat kali berturut-turut, Pemkot Pasuru...

Rabu, 24 April 2013 07:39:17

Peringati Hari Kartini, Keliling Kota Pasuruan

PASURUAN - Peringatan Hari Kartini yang jatuh setiap 21 april, dimakna...

Kamis, 4 April 2013 12:39:06

Polres Pasuruan Kota Bentuk Tim Patroli Sambang

Pasuruan - Polres Pasuruan Kota melaunching Tim Patroli Sambang, Rabu ...