Tujuh Murid Al-Yasini Diterima PTN

Minggu, 9 Mei 2010 00:00:37 - oleh : admin

Tujuh Murid Al-Yasini Diterima PTN

Ada Perjanjian Tidak Menikah dengan Lelaki Sembarangan

Tujuh murid SMA dan MA Yayasan Al-Yasini Pasuruan ini boleh berbangga. Mereka tak perlu susah-susah bersaing masuk perguruan tinggi negeri (PTN) melalui SPMB (seleksi penerimaan mahasiswa baru). Sebab, mereka diterima di PTN melalui program beasiswa santri berprestasi (PBSB).

Kamis (5/5), jarum jam di kantor Yayasan Al Yasini Desa Areng-Areng, Wonorejo Pasuruan menunjukkan pukul 13.30. Para siswa sudah banyak yang meninggalkan sekolah. Tapi ada sejumlah murid yang masih berada di ruang kantor tersebut.

Mereka adalah Siti Khoriyah, Surotul Ilmiyah, Jihanni Mustika Mawardani, Irma Nur Aini. Empat anak itu adalah murid kelas IPA SMA Al Yasini. Kemudian ada

Nur Halimah dan Kameliah Mushonev yang bersekolah di MAN Kraton binaan Al-Yasini.

Keenamnya sudah lulus ujian nasional. Tapi bukan kelulusan unas semata yang membuat mereka tampak girang. Ada hal lain yang membuat mereka bahagia. Yakni karena sebentar lagi mereka akan menjadi mahasiswa perguruan tinggi negeri tanpa harus susah mengikuti SPMB.

Sebab, mereka berhasil menembus tes PBSB di asrama haji Sukolilo Surabaya pada 13 Maret lalu. Keenam siswa ini adalah sebagian siswa yang tembus dari total 485 siswa dari seluruh Indonesia yang berhasil lolos tes tulis PBSB.

"Kami senang menjadi bagian dari 485 siswa tersebut. Artinya setelah lulus SMA, kami bisa melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi," kata Nur Halimah, salah satu murid yang mencoba mengawali pembicaraan. Di samping Nur Halimah, lima temannya duduk berjajar.

Sejatinya ada tujuh murid dari SMA dan MA di lingkungan Yayasan sekaligus Ponpes Al Yasini yang berhasil menembus tes PBSB. Satu murid lainnya adalah Siti Sahilla Mahuan. Sayang, hari itu ia tidak bisa datang ke sekolah karena sakit.

Kamis itu para murid yang lolos PBSB dan para orang tuanya memang sengaja dikumpulkan di sekolah. Para orang tua menghadap pengasuh Ponpes Al Yasini KH Mudjib Imron untuk membahas matrikulasi (program bimbingan penyamaan kemampuan) yang harus dihadapi para murid-murid tersebut.

Tapi ada yang tak kalah penting dalam pertemuan itu. "Mereka juga diminta untuk menandatangai perjanjian sebelum berangkat ke perguruan tingginya. Perjanjian itu berisi berbagai persayaratan yang harus ditati selama mereka kuliah," terang Irham Zuhdi, humas dan pembina SDM di Yayasan Al-Yasini.

Sebenarnya ada banyak murid Yayasan Al Yasini yang ikut tes PBSB. Tapi, hanya tujuh murid itu yang berhasil terjaring. "Mereka selalu ranking di kelasnya. Dan sudah sejak lama mereka semua ikut program PBSB ini," terang Irham Zuhdi.

Tahap demi tahap mereka lalui untuk mengikuti program ini. Misalnya selalu meningkatkan prestasi di setiap semester. Dan puncaknya, 13 Maret lalu, tujuh murid itu mengikuti tes tulis. Mereka harus bersaing dengan sekitar delapan ribu pelajar dari daerah-daerah se-Indonesia.

Dalam PBSB yang jadi program Kementerian Agama ini, peserta diberi kebebasan memilih 12 universitas atau perguruan tinggi negeri di tanah air. Yakni IPB Bogor, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UGM Jogjakarta, ITS Surabaya, UIN Malang, UPI Bandung, Universitas Mataram, UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta, IAIN Sunan Ampel Surabaya dan IAIN Walisongo Semarang.

"Ketika tes itu, kami dibebaskan memilih dua jurusan yang ada di satu universitas atau perguruan tinggi. Alhamdulillah saya tembus di jurusan farmasi Unair," kata Irma Nur Aini.

Sedangkan Nur Halimah diterima di jurusan kimia Unair. Siti Khoiriyah di jurusan statistika IPB Bogor. Surotul di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kameliah di pendidikan Biologi UPI Bandung. Jihanni Mustika di ilmu keperawatan UGM Jogjakarta. Dan Siti Sahilla di UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta.

Tidak mudah untuk mengikuti tes tulis di final tes PBSB tersebut. "Saat tes itu, kami harus mengerjakan tes dasar scholastic, bahasa Inggris serta tes keagamaan santri," kata Jihanni Mustika. Meski waktunya hanya satu hari, tes itu dilalui cukup lama yakni sekitar 10 jam tes.

Cukup lelah dan butuh konsentrasi tinggi. Tapi, hasilnya tak mengecewakan bagi ketujuh siswa Al-Yasini tersebut. Begitu pengumuman via internet keluar, nama mereka ada di antara ratusan siswa yang diterima. "Alhamdulillah. Masa belajar mereka di sekolah tidak sia-sia," kata Irham Zuhdi.

Selanjutnya, tujuh murid itu ditanggung living cost-nya selama kuliah sampai lulus. Tapi, itu hanya berlaku selama empat tahun. Jika masa belajarnya lebih dari itu, mereka harus menanggung sendiri living cost-nya. "Selain itu, kalau nilai mereka menurun, biaya yang diberi negara bakal dipotong sebagai pertanda mereka harus naik lagi prestasinya," terang Irham.

"Syarat lainnya, kami juga harus tinggal di asrama di tahun pertama kami kuliah. Setelah itu, kami baru boleh kos," tambah Irma Nur Aini.

Sebenarnya, ada banyak syarat lainnya. "Ada sekitar 12 persyaratan yang harus dijalankan. Namun karena mereka lulusan Al-Yasini, dua belas syarat itu kami tambah lagi menjadi satu," kata Irham Zuhdi sembari melirik siswanya.

Syarat apakah itu? "Syarat itu adalah mereka semua tidak boleh menikah sebelum diberi izin oleh Gus Mudjib Imron dan orang tua mereka. Artinya, apabila mereka lulus nanti, mereka tidak boleh seenaknya menikah dengan lelaki pilihannya. Melainkan, calon lelaki yang akan menjadi suaminya, harus pilihan gus Mujib atau orang tua mereka," kata Irham diisambut riuh murid-murid cewek tersebut.

Bagi mereka, syarat itu dianggap mudah-mudah susah. Sebab, di kampusnya nanti mereka pasti akan bertemu mahasiswa lelaki. Tapi, mereka berusaha untuk memenuhi perjanjian. Yakni tidak menikah dengan lelaki sembarangan.

"Insya Allah aturan itu bisa kami tegakkan. Sebab, di dalam jiwa kami sudah tertanam Al-Yasini minded. Jadi, semuanya apa kata Gus Mudjib dan orang tua kami kelak," kaya Siti Khoiriyah diamini teman-temannya. (jawapos.com)

FANDI ARMANTO, Pasuruan
---

| More

Berita "Seputar Pasuruan" Lainnya

Pasuruan Kota

Kamis, 21 November 2013 11:09:58

UMK 2014 Ditetapkan, Buruh Tak Puas & Ancam Demo Lagi

Pasuruan - Gubernur Jawa Timur Soekarwo akhirnya menetapkan upah mini...

Rabu, 12 Juni 2013 17:47:13

Raih Adipura Keempat, Kota Pasuruan Pawai Keliling

Pasuruan - Raih piala Adipura empat kali berturut-turut, Pemkot Pasuru...

Rabu, 24 April 2013 07:39:17

Peringati Hari Kartini, Keliling Kota Pasuruan

PASURUAN - Peringatan Hari Kartini yang jatuh setiap 21 april, dimakna...

Kamis, 4 April 2013 12:39:06

Polres Pasuruan Kota Bentuk Tim Patroli Sambang

Pasuruan - Polres Pasuruan Kota melaunching Tim Patroli Sambang, Rabu ...