Disperta Kab. Pasuruan Minta Petani Tak Resah
Kepala Dinas Pertanian (Kadisperta) Kabupaten Pasuruan Ihwan angkat bicara menyikapi kabar kenaikan harga pupuk pada April mendatang. Dirinya minta agar para petani tidak resah menyikapi hal tersebut.
Sebab ia menilai, kenaikan harga pupuk itu baru sebatas wacana. Karena itu, dirinya berharap kepada para petani untuk bersikap tenang. "Itu kan baru wacana. Kepastiannya kami belum tahu," katanya saat dihubungi Radar Bromo, kemarin.
Ihwan menjelaskan, isu tentang harga pupuk merupakan hal yang sensisif. Bahkan, bisa memunculkan keresahan di kalangan petani. Tidak mengherankan, jika rencana kenaikan harga pupuk itu menimbulkan kasak-kusuk di antara petani.
Karena itu, Ihwan minta agar petani tidak terlalu serius menanggapinya. Apalagi, pihaknya belum mendapat kepastian terkait rencana itu.
Dia lantas menceritakan, dirinya sempat menanyakan rencana itu kepada Komisi IV DPR RI di sela kunjungannya ke Umbulan, beberapa waktu lalu. Hasilnya, pihaknya diminta tetap bersikap tenang. "Belum ada kepastian. Dilihat saja April nanti," katanya menirukan jawaban Komisi IV kala itu.
Ihwan sendiri secara pribadi berharap, rencana pemerintah menaikkan harga pupuk tidak dilakukan. Pasalnya, hal itu akan membawa akibat yang cukup panjang.
Salah satunya adalah meningkatkan biaya produksi pertanian. Bahkan, jika rencana tersebut tidak diimbangi dengan kenaikan harga produksi pertanian, maka petani akan dirugikan.
"Makanya, harus menyesuaikan. Kalau harga pupuk naik, harga gabah juga harus naik," terangnya. Namun menurutnya, itu saja tidak serta-merta menyelesaikan masalah.
Sebab, kenaikan harga gabah hanya akan menguntungkan para petani pemilik sawah. "Lalu, bagaimana dengan petani yang tidak memiliki lahan (buruh tani)?" tanyanya.
Menurutnya, tanpa ada kenaikan upah buruh tani, maka rencana kenaikan harga pupuk itu sebaiknya tidak dilakukan. Yakni, tetap Rp 1.200 per kilogram untuk jenis Urea. "Dampaknya ini yang perlu diantisipasi," ungkapnya saat dihubungi di sela kesibukannya, kemarin.
Terlepas dari wacana pemerintah untuk menaikkan harga pupuk, Ihwan tetap mengupayakan penggunaan pupuk organik. Selain untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk berbahan kimia, kualitas produksi pertanian juga dinilai lebih baik.
"Hasilnya lebih bagus. Kesuburan tanah juga lebih terjaga," jelasnya. Sebab, keresahan petani atas rencana kenaikan pupuk tersebut terjadi, karena ketergantungan petani terhadap pupuk pestisida cukup tinggi. (jawapos.com)




