Wabup Pasuruan Sidak PT Kyunghi Beji
Kepailitan PT Kyunghi Abadi Indonesia dan masalah perburuhan yang mengikutinya mendapat perhatian dari Wabup Pasuruan Eddy Paripurna. Siang kemarin (11/3), Wabup sidak ke pabrik yang berlokasi di dekat jalan raya Cangkringmalang, Beji itu.
Di sana, Wabup menjumpai ratusan karyawan duduk di bawah tenda besar. Di beberapa sisi tenda, para karyawan memasang spanduk dan poster yang sehari sebelumnya dibawa ke gedung DPRD. "Kami atas nama pribadi merasa prihatin dengan kondisi bapak-ibu semua," . Tadi saya pas mau lewat ke Gempol, melihat rakyat saya pasang tenda di depan pabrik. Saya harus turun dan menyapa," tegas Eddy.
Sidak yang dilakukan Eddy memang tidak direncanakan. Sehingga, tidak ada pengawalan atau protokoler apapun, ketika orang nomor dua di kabupaten ini meninjau lokasi.
Wabup yang kemarin memakai batik dengan warna dasar merah ini, lantas bermaksud menemui kurator. Namun menurut satpam, kurator tidak ada di Pasuruan. Wabup pun minta berbicara melalui telepon. "Mau menghubungi Pak Denny apa Pak Anton, Pak," ujar satpam menawarkan. "Siapa saja kuratornya, yang penting bisa dihubungi. Saya mau bicara," jawab Eddy.
Setelah dua kali ditelepon, Denny akhirnya mengangkat teleponnya. Wabup pun langsung berbicara. "Pak Denny, saya Wabup Pasuruan. Saya mohon bisa bicara dengan bapak dan manajemen pabrik PT Kyunghi serta perwakilan karyawan. Saya ingin ada upaya penyelesaian yang cepat. Karena bagaimanapun juga, kasihan karyawan ini. Mereka juga adalah masyarakat saya. Dan menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten juga," ujar Wabup saat menghubungi Denny.
Upaya negosiasi langsung dijadualkan Wabup sehabis Jumatan, siang ini di kantor Wabup. Selain meminta Denny hadir, Wabup yang diberangkatkan dari PDI-P ini juga minta agar wakil karyawan bisa menghubungi manajemen PT Kyunghi asal Korea.
Sebagaimana berita Radar Bromo, Pabrik PMA (Penanaman Modal Asing) milik Korea dinyatakan pailit berdasarkan putusan Mahkamah Agung bernomor 304/Pdt.Sus/2008 tertanggal 12 Juni 2008.
MA kemudian menunjuk kurator (advokat pihak ketiga). Dalam keadaan pailit, segala akibat hukumnya, maupun segala aktivitas dan kegiatan produksi pabrik menjadi tanggung jawab dan pengawasan kurator.
Kondisi ini meruncing, karena ratusan karyawan PT Kyunghi Abadi rata-rata mereka belum menerima gaji Februari 2010. Mereka mau menerima gaji yang dibayar kurator, jika tanpa embel-embel apapun dalam surat persyaratan.
Saat sidak kemairn, Wabup hanya didampingi Camat Beji, Noertjahjo Djoko Santoso. Beberapa petugas keamanan sektor Beji mengawasi dari jauh. Setelah minta izin satpam, Wabup kemudian melihat-lihat kondisi perusahaan.
Sayang, Wabup, camat dan perwakilan karyawan hanya bisa melihat dari luar. Kalaupun ingin melihat aset di dalam pabrik, Wabup hanya bisa mengintip. "Nggak kelihatan. Wong dikunci seperti ini. Apa ada kuncinya, Pak," Tanya Wabup sambil menatap satpam di sebelahnya. "Wah, kuncinya di bawa kurator semua, Pak. Tapi, saya pastikan jika aset didalam masih utuh," tegas satpam pada Wabup.
Setelah melihat lokasi pabrik, Wabup pun menemui karyawan yang saat itu sedang Salawatan. Wabup pun langsung berbicara dengan mereka. "Saya tadi sudah kontak kuratornya. Mudah-mudahan, besok pertemuan bisa dilangsungkan. Sehingga, nasib sampeyan semua tidaklontang lantung seperti ini," tegasnya.
Wabup pun mengizinkan karyawan duduk di depan lokasi pabrik. "Saya izinkan kalian untuk tetap di sini, sebelum permasalahan ini selesai. Tapi, izin tetap harus patuhi prosedur," tegasnya langsung disambut tepuk tangan karyawan.
Salah satu karyawan, Yuyun sempat bertanya pada Wabup. "Kapan kira-kira gaji dan kejelasan pesangon bisa diterima karyawan?" Wabup meminta para karyawan bersabar. "Besok kan kita agendakan pertemuan yang melibatkan kurator, manajemen dan unsur karyawan. Mudah-mudahan itu nantinya ada titik terang," imbuhnya. (jawapos.com)




