Tahun Depan SMPN 1 Pandaan Tak Ada Kelas Reguler
SMPN 1 Pandaan terus berupaya menegaskan dirinya sebagai Sekolah
Berstandar Internasional (SBI). Bahkan mulai tahun depan, sekolah ini
berencana menjadikan seluruh kelas yang ada berstatus SBI.
Kepastian ini disampaikan Humas SMPN 1 Bambanng Dor, kemarin (10/3). "Rencananya memang begitu," katanya kepada Radar Bromo.
Menurutnya, selama ini hanya ada empat kelas SBI. Namun mulai tahun
ajaran baru, ada sembilan kelas SBI baru yang rencananya akan dibuka.
Itu
artinya lanjut Bambang, sekolah yang berada di Jl Kebunwaris, Kecamatan
Pandaan itu tidak lagi membuka kelas reguler tahun mendatang. "Semua
kelas yang ada berstatus SBI," jelasnya saat ditemui di sela
kesibukannya, kemarin.
Karena itu, pihaknya terus melakukan
persiapan untuk merealisasikan rencana tersebut. Mulai penataan
manajemen kelas, hingga peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia).
Sementara
itu penjelasan serupa disampaikan Kepala SMPN 1 Pandaan Hisyam.
Menurutnya, rencana menjadikan semua kelas yang ada di sekolahnya
berstatus SBI sudah ia gagas sejak awal. Hanya, dirinya mengakui bahwa
pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap.
Di bagian lain,
rencana mengganti semua kelas reguler menjadi kelas SBI di SMPN 1
Pandaan memantik reaksi dari berbagai kalangan. Mereka khawatir,
program tersebut justru memincu kenaikan biaya pendidikan sebagaimana
yang terjadi selama ini.
"Kekhawatirannya memang begitu. Saat
pemerintah berupaya menggratiskan biaya pendidikan, hanya sekolah SBI
yang diperkenankan memungut biaya dari wali murid," kata salah satu
warga Pandaan menyikapi rencana tersebut.
Hisyam sendiri saat
dikonfirmasi mengaku bisa memahami kekhawatiran itu. Namun dia
menegaskan, rencana menjadikan semua kelas sebagai kelas SBI di
sekolahnya itu bukan karena kewenangan yang diberikan untuk menarik
biaya. Tapi, semata untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas.
Karena
itu, dirinya juga menjamin bahwa pelaksanaan kelas SBI nanti juga akan
disertai kebijakan untuk menekan biaya pendidikan. "Tidak perlu
khawatir soal itu," katanya.
Dirinya kata dia, tetap akan
menjamin biaya pendidikan bagi siswa dengan latar belakang kurang
mampu. Sementara penarikan uang gedung yang kerap mewarnai proses
penerimaan siswa baru menurut dia, tidak akan diterapkan.
"Itu
tidak akan kami terapkan. Karena gedung yang ada sudah cukup
representatif," jelasnya. Bahkan, dirinya menjamin untuk membebaskan
seluruh biaya pendidikan bagi siswa yang berprestasi.(jawapos.com)




