Festival Drum Band Bocah di Kota Pasuruan
Menjelang peringatan hari jadi Kota Pasuruan ke-324 yang akan digelar
hari ini, semarak kota kian terasa. Seperti yang terlihat kemarin, di
lapangan Bhayangkara. Sedikitnya 20 grup drum band berlaga, dalam
festival drum band untuk siswa TK dan SD.
Festival drum
band yang baru kali pertama digelar itu berlangsung semarak. Seluruh
grup drum band berebut unjuk kebolehan, melalui parade jalan dan
sedikit display di lapangan. Para peserta memulai pawai keliling Jl.
Gajahmada, Jl. Hasanudin, Jl. Belitung, Jl. Jawa tembus Jl. Niaga, dan
kembali ke lapangan Bhayangkara, depan kantor Polresta Pasuruan.
Masyarakat
Kota Pasuruan menyambut sangat antusias festival drum band tersebut.
Dari pantauan koran ini, ribuan warga turun ke lokasi perlombaan untuk
melihat kebolehan para peserta yang terdiri dari bocah-bocah balita,
dan anak-anak sekolah dasar tersebut.
Sebagai festival drum band
perdana tersebut, ada beberapa skill yang dipertunjukkan oleh
masing-masing peserta. Yaitu, kirab atau parade jalan, dengan display,
atau yang biasa disebut dengan uji kebolehan di tempat.
Penampilan
bocah-bocah mungil dengan kostum yang menawan itu sukses menarik
perhatian banyak kalangan. Ribuan masyarakat berjajar di sepanjang
jalan yang dilalui oleh peserta. Akibatnya, beberapa ruas jalan yang
dipilih sebagai rute jalan peserta festival drum band, menjadi macet
total.
Namun agaknya, rute yang dipilih untuk kirab drum band
terlalu panjang. Akibatnya, banyak peserta yang usianya masih
kanak-kanak itu kelelahan. Keringat deras terus mengucur, karena mereka
harus berjalan sambil membawa beban melewati seluruh rute yang ada.
"Capek
Ma..," keluh salah seorang peserta, dengan wajah penuh peluh. Beberapa
saat, ia konsentrasi lagi pada solmisasi yang harus dibawakannya
sebagai pemegang vibraphone berukuran mungil.
Untuk usianya yang
masih bocah, agaknya, peralatan yang digantungkan dengan tali di pundak
itu cukup membuatnya kelelahan. Apalagi rute yang harus dilaluinya
bersama teman-temannya yang lain relatif panjang.
Melihat
bocah-bocah itu mulai kelelahan. Instruksi istirahat dari pelatihnya
langsung ditetapkan. Para orang tua yang turut berjalan mendampingi
putra-putri kesayangan mereka pun dengan sigap menyerahkan botol minum
yang mereka bawa. Beberapa butir permen pun diberikan untuk menghibur,
agar mereka mau tampil sampai ke garis finish. (jawapos.com)




