headerphoto
** INFO GRESS -- " Welcome to Portal Pasuruan Online - INFO : Anda memiliki foto - foto seputar Kota atau Kabupaten Pasuruan dan sekitarnya, ( yang tempoe doeloe atau sekarang ), silahkan kirimkan ke redaksi kami di email: admin@pasuruan.info, mari bersama kita memajukan serta berbagi informasi bersama di dunia maya.**

Hektaran Sawah di Baujeng Beji Gagal Panen

Senin, 8 Februari 2010 12:59:49 - oleh : admin

Space Iklan

Sebagian petani asal Tanggul, Desa Baujeng, Kecamatan Beji harus menghadapi kekecewaan. Sekitar dua hektar sawah milik para petani itu ludes diserang hama tikus. Padahal, sawah yang sudah mereka tanami selama dua bulan lebih ini tinggal dipanen bulan depan.

Para petani pun dibuat pusing dengan serangan tikus yang melanda dusun ini. Beberapa petani sudah berusaha menjebak tikus dengan umpan Yuyu (sejenis kepiting kecil sawahan, Red). Tapi, upaya itu hampir tidak ada hasilnya.

Sebaliknya, serangan tikus benar-benar membuat petani kalang kabut. Mulai daun sampai biji padi yang mulai merekah disikat habis. "Petani sini sudah berusaha menangkap dan memberi obat. Tapi, tetap saja tidak mempan," cetus Abdulloh, salah satu petani yang memiliki sawah seluas 4.200 meter persegi.

Abdulloh yang juga mantan kepala dusun Tanggul ini mengaku sudah menyerah. Sawahnya seluas hampir setengah hektar hanya menyisakan tanaman di bagian pinggir. Istilah petani disebut gantangan. "Ya, tinggal ini yang tidak dimakan. Yang lain ludes," keluhnya.

Padahal sudah banyak biaya dia keluarkan. Abdulloh mengaku, sudah mengeluarkan uang sekitar Rp 2juta - Rp 3 juta. Ini untuk biaya membajak sawah, buruh tani mulai ngurit (penyiapan benih), matun (pembenihan), dawud (pemindahan benih ke lahan sawah) sampai menanam. "Untungnya kalau musim rendeng (penghujan) ini, pupuk tidak terserap banyak," cetusnya.

Selain dirinya, menurutnya ada beberapa petani yang sawahnya diserang hama tikus. Ada sawah milik H Mahmud, H Safuan, Ibu Kasan, Pak Tono dan Ahmad. Ini belum termasuk petani lain yang belum laporan.

Ironisnya, tikus yang menyerang sawah milik petani ini bukan jenis tikus sawah. Tetapi, seperti tikus Tong-Tong yang bentuknya lebih besar. Tikus jenis ini biasanya banyak "beroperasi" di got-got ketika banjir tiba. Karena itu diduga, tikus Tong-Tong "bermigrasi" ke sawah saat wilayah Tanggul, Baujeng juga dilanda banjir, beberapa waktu lalu.

Abdulloh sendiri bersama para petani sebenarnya sudah memberantas dengan cara membuat perangkap. Sehari bisa mendapatkan 3-5 tikus berbadan besar. Tapi dengan cara itu, seolah tikus Tong-Tong yang lain makin menyerang lahan petani. "Kalau miliknya H Mahmud ini mungkin belum banyak yang dimakan. Tapi, hanya tinggal tunggu waktu. Pasti akan dimakan juga," imbuhnya.

Yang perlu diketahui petani menurutnya, setelah dimakan tikus, tanaman pagi langsung berubah warna. Yakni merah, seperti habis terbakar. Kondisi ini berbeda ketika tanaman padi dimakan tikus jenis sawahan. "Jadi kalau dimakan, mulai daun sampai bijinya. Terus sisanya langsung memerah seperti ini," terangnya sambil menunjukkan tanaman yang sudah dimakan tikus.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ihwan mengaku sudah mendapat laporan tentang hal tersebut. Pihaknya menegaskan sudah memberikan obat padi untuk serangan hama tikus. "Kalau kurang, obatnya bisa kita tambah. Dan itu sudah dilaporkan ke kami. Memang sawah di daerah Tanggul itu terkena hama tikus," tegas Ihwan. (jawapos.com)

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Seputar Pasuruan" Lainnya