headerphoto
** INFO GRESS -- " Welcome to Portal Pasuruan Online - INFO : Anda memiliki foto - foto seputar Kota atau Kabupaten Pasuruan dan sekitarnya, ( yang tempoe doeloe atau sekarang ), silahkan kirimkan ke redaksi kami di email: admin@pasuruan.info, mari bersama kita memajukan serta berbagi informasi bersama di dunia maya.**

Komparasikan Kurikulum dengan Cambridge

Senin, 8 Februari 2010 12:55:03 - oleh : admin

Space Iklan

Target untuk menjadi sekolah berstandar internasional (SBI) definitif membuat SMPN 1 Pandaan terus berbenah. Selain meningkatkan pelayanan dan kapasits tenaga pendidiknya, sektor kurikulum juga mereka benahi.

Salah satu caranya, selama tiga hari sekolah yang berada di Jl Raya Kebunwaris, Pandaan ini menggelar workshop. Temanya, yaitu pengembangan kurikulum nasional dengan kurikulum Cambridge. "Ini untuk pengembangan kurikulum yang sudah kita terapkan selama ini," kata Humas SMPN 1 Bambang Dor, kemarin (7/2).

Bambang menyatakan, bagi sebuah lembaga pendidikan keberadaan kurikulum cukup penting. Bahkan, boleh dibilang kurikulum merupakan ruh atau nafas sebuah pendidikan. Tanpa kurikulum yang jelas kata dia, pendidikan akan kehilangan arah.

Karena itu, upaya pengembangan kurikulum mutlak diperlukan untuk mendapatkan arah dan praktek pendidikan yang berkualitas. "Ya, memang karena kurikulum itu yang menjadi pedoman penyelenggaraan pendidikan," terang lelaki yang dikenal suka humor ini.

Di sisi lain, sejalan dengan statusnya sebagai sekolah rintisan berstandar internasional (RSBI), kurikulum nasional dinilai tidak cukup oleh SMPN 1 Pandaan. Status yang disandangnya memaksa lembaga ini untuk melakukan penyesuaian dengan kurikulum internasional.

Sementara ini kata Bambang, yang menjadi parameter kurikulum berstandar internasional adalah Cambridge. "Makanya, kami coba bedah apa dan bagaimana penerapan kurikulum yang dimaksud itu," terangnya. Hal itu juga sesuai dengan yang diatur permendiknas tentang kurikulum.

Sejatinya selain Cambridge dijelaskan Bambang, beberapa negara tetangga juga menerapkan kurikulum yang sama. Yakni Malaysia dan Singapura. Namun, keduanya belum termasuk anggota OECD. Yakni, organisasi negara-negara yang kurikulum pendidikannya sudah diakui oleh internasional.

Bambang melanjutkan, ada dua cara yang bisa dilakukan untuk menyesuaikan kurikulum saat ini dengan Cambridge. Yakni, mengadopsi secara keseluruhan atau melakukan adaptasi. "Bedanya, kalau adopsi itu diambil keseluruhan. Kalau adaptasi itu kita sesuaikan," terangnya.

Dalam workshop itulah, beberapa kemungkinan itu dibahas. Termasuk, melakukan pemetaan kurikulum. Misalnya, mencari kemungkinan bagian kurikulum Cambridge yang berpeluang untuk diterapkan. "Paling tidak, kurikulum kita kan juga lebih sempurna karena banyak masukan," terangnya. (jawapos.com)

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Seputar Pandaan" Lainnya